Pada akhirnya bagi lelaki, perempuan yang baik adalah yang pandai menjadi hamba Allah yang baik, istri yang baik, menantu yang baik, dan ibu yang baik.— Taufik Aulia
Sunday, May 27, 2018
Friday, May 25, 2018
Thursday, May 24, 2018
Tulisan
Nasehat Nikah
Oleh: Salim A. Fillah
Dalam Inspirasi, Motivasi, Pernikahan, Puisi
22 Maret 2018
Tiada terlihat lebih indah, bagi dua hati yang saling mencintai, yang semisal nikah.
Tiada terdengar lebih tuah, bagi dua pribadi yang menikah, yang semisal berkah.
Tiada terbaca lebih menjaga, bagi kedua jiwa yang berkah, yang semisal sakinah.
Tiada teraba lebih membara, bagi dua sosok yang sakinah, yang semisal mawaddah.
Tiada terasa lebih surga, bagi dua sosok yang mawaddah, yang semisal rahmah.
Maka, di lapis-lapis keberkahan, rumah tangga surgawi itu menumbuhkan putra-putri berbakti yang mengenal RabbNya, mentauhidkan IllahNya, memesrai kebersamaan denganNya, menikmati ketaatan padaNya, bersumsumkan akhlak mulia dan bersendikan adab jelita.
Oleh: Salim A. Fillah
Dalam Inspirasi, Motivasi, Pernikahan, Puisi
22 Maret 2018
Tiada terlihat lebih indah, bagi dua hati yang saling mencintai, yang semisal nikah.
Tiada terdengar lebih tuah, bagi dua pribadi yang menikah, yang semisal berkah.
Tiada terbaca lebih menjaga, bagi kedua jiwa yang berkah, yang semisal sakinah.
Tiada teraba lebih membara, bagi dua sosok yang sakinah, yang semisal mawaddah.
Tiada terasa lebih surga, bagi dua sosok yang mawaddah, yang semisal rahmah.
Maka, di lapis-lapis keberkahan, rumah tangga surgawi itu menumbuhkan putra-putri berbakti yang mengenal RabbNya, mentauhidkan IllahNya, memesrai kebersamaan denganNya, menikmati ketaatan padaNya, bersumsumkan akhlak mulia dan bersendikan adab jelita.
---
Dikutip dari buku "Lapis-lapis Keberkahan"-nya @proumedia.
Wednesday, May 23, 2018
Tulisan
Ada masa dimana orang tuamu semakin tua dan kamu ingin membelikan mereka apa saja. Lalu ada masa dimana kamu seakan sudah punya semuanya, tapi kamu tak bisa lagi membelikan keduanya apa-apa.
Di samping kebahagiaan kita karena bisa memiliki ini-itu dan traveling kesana-kemari, orang tua adalah kebahagiaan yang sebenarnya. Kamu pikir, kenapa rumah selalu menjadi tempat kembali paling nyaman kalau bukan karena orang tua? Tak peduli rumahmu semegah istana atau hanya rumah kontrak yang sempit.
Hari ini di wajah mereka ada kerut dan keriput yang tahun lalu belum ada. Hari ini di kepala mereka ada rambut putih yang tahun lalu belum seberapa. Hari ini di tubuh mereka ada kelemahan dan penyakit yang tahun lalu belum terasa.
Barangkali kita punya standar kebahagiaan yang berbeda. Tapi di antara itu semua, orang tua adalah ukuran kebahagiaan yang persis sama di antara kita. Di usia yang genting ini, tepat sebelum atau setelah melewati seperempat abad, jangan biarkan ambisi pribadi menutup matamu sehingga tak mampu melihat pintu surga pada keduanya.
Tentu, kapasitasmu berbatas. Tapi niat dan ketulusanmu berbakti pada keduanya, inilah yang tak terbatas. Dan semua niat baik akan Allah bukakan dan mudahkan jalannya.
Jangan malas untuk sekadar menanyakan kesehatan lewat telepon. Jangan berkeras untuk lama tak pulang. Jangan perhitungan membelikan suplemen kesehatan atau makanan yang mereka suka.
Umur memang tak ada yang tau. Dan semua kembali padamu. Jika sisa waktu yang mereka miliki di dunia ini tidak lebih lama dari sisa waktumu, bagaimana kamu akan hargai setiap waktu mereka yang tersisa itu?
— Taufik Aulia
Subscribe to:
Posts (Atom)
Preview
Seorang Kakek Buta Berjalan Menyusuri Gurun, Mengikuti Tali Untuk Pergi Ke Mesjid. Dan Beliau Melakukannya Setiap Hari.
Pecandu Hitam
-
Mossy. Si belang. Si betina :) Manja, suka ngelendot kemana-mana Kalo kelelahan, paling anteng tidur di sofa Teman penghilang stres...
-
Tak cukup kerja keras Tapi juga bekerja ikhlas Bersama srikandi-srikandi Teknik Informatika Indeed.. The great friends are ...
-
Oleh: Salim A. Fillah Dalam Motivasi, Nasihat, Rajutan Makna 11/08/2018 Sebab Allah Maha Tahu, do’a bukanlah cara memberitahuNya akan ap...