Followers

Thursday, August 23, 2018

Cerpen: Sabar Yang Sebentar


Aku pernah belajar banyak hal dari pertemuan kita yang panjang, perjuangan kita yang juga panjang, tapi berakhir di persimpangan jalan. Kemudian kita meniti jalan yang berbeda. Jalan yang terlanjur kita pilih, meski baru selangkah. Sama sekali tidak ada pilihan untuk memutar balik. Sebab, kita tidak akan mampu menanggung risikonya.
Kesabaran yang seharusnya tidak berbatas, menjadi berbatas karena keadaan. Bukan karena kita yang tidak bisa menjaganya. Melainkan, kita yang dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Antara memilih keinginan kita atau keinginan mereka. Akhirnya kita menyadari, kalau sabar itu tidak hanya bicara tentang apa yang kita perjuangkan, tapi juga tentang apa yang harus kita korbankan.
Kini kita harus bersabar pada pengorbanan kita. Sebab, kita sama-sama percaya bahwa ke depan, pilihan-pilihan ini akan berakhir baik. Sebagaimana kita percaya bahwa dengan siapapun kita memilih teman diperjalanan, sepanjang ia adalah orang baik. Maka, jangan ada kekhawatiran.
Yogyakarta, Juli 2018 | ©kurniawangunadi

Wednesday, August 22, 2018



Mengenang yang terlewati
Meniti yang kan terlampaui
Meretas bahagia di pelupuk matahari
Padanya, Kelas Inspirasi Batam


A Moment To Remember:
Batam, Maret 2016
@devinapsp

Monday, August 20, 2018

Sunday, August 19, 2018


Sebaris waktu bersama menjadi
Rekam jejak terbaik untuk kita
Bukan karena apa, hanya karena
Kita ingin mengabdi bagi negeri

Terima kasih Kakak-kakak Kelompok 1
Relawan Kelas Inspirasi Batam Hinterland

A Moment To Remember:
Batam, Februari 2016
@devinapsp


Wednesday, August 15, 2018

Teruslah Berdo'a

Oleh: Salim A. Fillah
Dalam Motivasi, Nasihat, Rajutan Makna 11/08/2018

Sebab Allah Maha Tahu, do’a bukanlah cara memberitahuNya akan apa yang kita hajatkan. Do’a itu bincang mesra padaNya. Maka, teruslah berbincang mesra, hingga bukan hanya isi do’anya, melainkan berdo’a itu sendirilah yang menjadi kebutuhan dan deru jiwa kita.

“Belumlah menjadi hamba sejati”, tulis Ibn ‘Athaillah As Sakandary, “Hingga kita lebih menikmati kemesraan dengan Sang Maha Pemberi, daripada sekedar pemberianNya”.

Preview

Seorang Kakek Buta Berjalan Menyusuri Gurun, Mengikuti Tali Untuk Pergi Ke Mesjid. Dan Beliau Melakukannya Setiap Hari.

Pecandu Hitam